Renunganku

Kendali

Tidak ada kuda yang bisa dipakai sebelum ia diberikan pelana. Tidak ada uap atau gas yang bisa menggerakkan apa pun sebelum ia dimasukkan dalam ruang. Tidak ada Niagara yang bisa diubah menjadi cahaya dan daya sebelum ia dimasukkan dakam terowongan. Tak ada kehidupan yang bisa berkembang besar sebelum ia dipusatkan, dibaktikan, dan diatur.

~Harry Emerson Fosdick~

Advertisements

Potensi yang ada setiap hari

Seorang insinyur mengatakan bahwa dengan 5 kilogram batang besi, Anda bisa membuat berbagai hal: paku, yang bisa memberi keuntungan bersih Rp 25.000.-, jarum yang bisa memberi pemasukan sebesar Rp 100.000.-, pegas lonceng yang bisa memberi Rp 200.000.-

Setiap hari ada berbagai bahan baku. Apa yang Anda akan hasilkan tergantung pada Anda.

~Bruno Hagspiel~

Pertanyaan seekor unta muda

Disebuah kebun binatang dihuni banyak sekali jenis binatang dan salah satunya adalah sepasang unta dan anaknya. Anak unta ini hidup dan bermain berdampingan dengan jenis binatang yang lain ( seperti di film ice age 2 binatang bisa ngobrol). Ia dilahirkan di kebun binatang  maka ia merasa terbiasa dan merasa yaman dengan keadaan di kebun binatang itu hingga pada suatu hari  ia mendapatkan ejekan yang sangat memojokan dia mengenai keadaan fisiknya.

Si unta muda ini pun mulai menjauhi teman-temannya dan selalu termenung. Ibu unta  mulai merasa aneh dengan keadaan  anaknya, ia berkat dalam hatinya “biasanya iya ceria, gembira dan suka bergaul dengan teman sebayanya namun sekarang ia mulai berubah menjadi pemurung dan cenderung menjauhi teman-temannya apakah yang terjadi ?“. Ibu si unta muda pun mendekati anaknya, sebelum ibunya mengajak di berbicara, si unta muda ini mulai membuka pembicaraan “bolehkah aku bertanya ibu ?” lalu ibunya memperbolehkannya untuk bertanya.

Si unta muda ini pun menanyakan pertanyaan yang pertama kepada ibunya “ibu kenapa telapak kaki  saya sangat lebar ?” ibunya pun menjawab “ibu, kamu, dan ayahmu memiliki telapak kaki yang lebar agar menjaga kita tidak tenggelam kedalam pasir ketika kita berjalan di padang gurun“, setelah mendengar jawaban itu ia pun menoleh ke arah ibunya dan melanjutkan pertanyaan keduanya kepada ibunya “ibu kenapa saya memiliki kelopak mata yang bisa menutup namun transparan dan memiliki bulu mata yang panjang dan tebal ?” ibunya pun menjawab pertanyaan kedua itu “anakku,  ibu, kamu, dan ayahmu memiliki kelopak mata yang bisa menutup namun transparan dan memiliki bulu mata yang panjang dan tebal agar melindungi mata kita dari debu pasir karena di padang gurun sering terjadi badai” si unta mudah ini pun menarik napasnya dan  merasa lega.

Selang beberapa saat suasan hening, ibunya pun bertanya “apakah kamu baik-baik saja ?“, si unta muda menjawab bahwa dia baik -baik saja namun kelihatanya iya masih penasaran lalu ia pun bertanya lagi ke pada ibunya untuk pertanyaanya yang ketiga ” ibu kenapa saya memiliki kantung penyimpanan air yang sangat besar dan kenapa saya memilki punuk di punggung saya ?” dengan tenang ibunya menjawab “anakku,  ibu, kamu, dan ayahmu juga memiliki kantung penyimpanan air yang sangat besar dan memilki punuk di punggung  agar kita dapat bertahan hidup di padang gurun karena disana jarang kita menemukan air dan makanan”, mendengar jawaban ibunya itu ia pun merasa lega sekali karena semua ejekan teman-temannya telah mendapatkan jawaban.

Pada saat ibunya ingin meninggal dia, si unta muda berkata kepada ibunya ” ibu bolehkan saya bertanya satu pertanyaan lagi ?” ibunya pun berkata masih adakah yang mengganjal di hatimu ? lalu si untah muda menjawa  “iya” lalu ibunya pun memperbolehkannya. ” ibu jikalau kita mempunyai telapak kaki yang lebar, memiliki kelopak mata yang bisa menutup namun transparan, memiliki bulu mata yang panjang dan tebal, memiliki kantung penyimpanan air yang sangat besar, dan memiliki punuk di punggung untuk bertahan hidup di padang gurun. Mengapa kita  memilih hidup di kebun binatang ini ?” untuk pertanyaan ini ibunya hanya menatap lalu berlalu karena pertanyaan begitu sulit untuk dijawab.

Kita terkadang merasa sangat biasa sehingga cepat berpuas diri  dan merasakan nyaman akan keadaan yang telah kita peroleh, kita tidak lagi menggali potensi dari diri kita. Kita seharusnya menggali semua potensi diri kita dan seharusnya memiliki keyakinan bahwa kita sanggup berbuat lebih baik dibanding kondisi saat ini. Dengan melakukan hal tersebut niscaya kita akan dapat menciptakan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi diri kita dan sesama.

Masa pra-paskah yang merupakan masa retret atau masa dimana kita mencari kehendak ilahi, kita diajak untuk menggali kembali potensi diri kita dan kembali pada jati diri kita sebenarnya yaitu diri kita apa adanya yang dipenuhi dengan harapan dan cinta kasih ilah dan bukan  jati diri yang kita lekatkan pada apa yang kita miliki saat ini.


………. ?

Work is not about submerging our identity—it’s about finding it and leveraging it so that we can find meaning and new choices as we move forward in life.

If you are job-focused rather than career-focused, you may eventually become a passenger on your career journey instead of the driver.

Lupa neh dari mana yah sumbernya  . . .

Pilih yang mana ?

“The best pillow in word is a clear conscience !” Bantal paling baik (empuk) dunia adalah hati nurani yang murni

Bila Anda melakukannya untuk mendapatkan nafkah, itu Pekerjaan.

Bila Anda melakukannya karena Tuhan, itu Pelayanan.

Bila Anda keluar karena ada yang mengkritik Anda, itu Pekerjaan.

Bila Anda terus bekerja sekalipun dikritik habis-habisan, itu Pelayanan.

Bila anda berhenti karena tidak ada yang berterima kasih, itu Pekerjaan.

Bila Anda terus bekerja walupun tidak pernah dikenal siapa pun, itu Pelayanan.

Bila Anda merasa semakin sulit menikmati yang Anda kerjakan, itu Pekerjaan.

Bila Anda semakin sulit untuk tidak menikmatinya, itu Pelayanan.

Bila Anda Pikirkan adalah kesuksesan, itu Pekerjaan.

Bila Anda Pikirkan adalah kesetian, itu Pelayanan.

Dikutip dari : Buku Berani Melompat Jauh – Xavier Quentin Prananta

Dari mana memulai . . .

to reflect & to act

KIta kadang terpengaruh semangat berapi-api untuk melakukan perubahan sehingga kita mencurahkan seluruh semangat, pengetahuan dan segalah daya usaha untuk merubah orang lain mengikuti apa yang telah kita  rumuskan.  Namun tanpa sadar apa yang kita lakukan dari bulan ke bulan, tahun ke tahun mulai terasa berat untuk dilanjutkan karena tidak dibagun dari kesadaran masing-masing individu.

Sebenarnya sudah lama sekali saya mendapatkan forward email dari mailing list, tulisan tentang to reflect & to act yang sudah diterjemahkan oleh “boedi dayono, januari 2004”. Baru kemarin dibaca lagi dan menurut saya menarik sekali untuk dituliskan kembali. Ada beberapa hal menarik dalam tulisan ini menujukan bahwa miskin dan kaya satu negara tidak bergantung pada: Umur negara, Ketersediaan sumber daya alam dan Kecerdasan Ras atau warna kulit.

Perbedaan antara negara yang kaya dan miskin adalah pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sedangkan di negara terbelakang/miskin/ berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut. Berikut ini prisip dasar tesebut:

  1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
  2. Kejujuran dan integritas
  3. Bertanggung jawab
  4. Hormat pada aturan & hukum masyarakat
  5. Hormat pada hak orang/warga lain
  6. Cinta pada pekerjaan
  7. Berusaha keras untuk menabung & investasi
  8. Mau bekerja keras
  9. Tepat waktu

Yang saya tangkap dari tulisan ini bahwa perlu ada kesadaran dan kemauan dari masing-masing individu untuk menerapkan prinsip dasar tersebut dan mulailah dari kelompok yang kecil. Semoga bermanfaat . . .