Security Token

Untuk memberikan keyamanan bagi nasabah banyak pihak perbankan mengembangkan layanan-layanan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Layanan-layanan tersebut adalah SMS Banking, Phone Banking dan Internet banking. Salah satu faktor penting pihak perbankan dalam memberikann layanan-layanan ini ada jaminan terhadap seluruh transasksi yang dilakukan agar tidak terjadi seperti yang dialami oleh salah satu bank swasta di tahun 2001 lalu dimana situs plesetannya muncul dan menangkap PIN penggunanya walaupun tidak disalahgunakan oleh pelakunya namun hal ini telah menunjukan bahwa security harus merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan selain tambahan fitur bagi kenyaman pengguna.

Mungkin belajar dari pengalaman yang pernah dialami bank tersebut sehingga saat ini semua instansi perbankan meningkatkan keamanan layanan internet banking. Keamananan yang ditingkatkan adalah dengan menggunakan two-factor authentication atau yang biasanya dikenal juga sebagai strong authentication sehingga apabila kita ingin menggunakan layanan internet banking pasti akan diberikan security token. Setiap bank memiliki security token yang berbeda sehingga apabila kita memiliki rekening di empat bank yang berbeda dan menggunakan layanan internet banking maka sudah bisa sipastikan kita akan mengantongi empat security token . . . he . . he . . .

Gambar ini adalah gambar security token saya dari BNI. Ternyata enak juga ngunain layanan internet banking untuk melakukan transaski seperti pembayaran tagihan telephon dan trasfer antar bank tidak perlu lagi ngantri dan tidak terikat waktu dan dapat dilakukan dimanapun yang penting ada akses internet. Saya merasa lebih aman menggunakan layanan internet banking dibanding Phone Banking dan SMS Banking . . . ngak tau yah kenapa ? munkin karena pake security token . . . . he . . .. he . . 🙂

token.jpg

Catatan: two-factor authentication atau strong authentication pada manusia di bagi menjadi tiga klas yaitu:

  • What user has, contohnya ID card, security token, software token, phone atau cell phone
  • What user know, contohnya password, pass phrase, atau personal identification number (PIN)
  • What user is, contohnya biometric, tanda tangan atau voice recognition

8 comments

  1. Bentar lagi pasti mulai bosan dengan fasilitas si-oranye yang tidak bisa transfer antar bank, lalu harus memiliki token warna lain (bank lain) agar bisa transfer antar bank, apalagi perlu cepat pake RTGS.

  2. Kalau di malaysia pake TAC (Transaction Authorization Code) yang dikirim ke henpon pengguna. Request di web yang sudah kita login-i (first authentication), maka TAC secara seketika terkirim ke henpon dan dimasukkanlah untuk online transaction (second authentication).

    Jadi ga perlu bawa benda warna oreng itu. lebih amankah?

    Tangannya buruk, bisa diedit pake putusup?😀

  3. ~ Roisz: itu tangan saya jadi nggak masalah nggak ada yang bakalan marah🙂

    ~ Pak Arry: He . . . tapi kalau pindah ke warna lain nanti otentikasi tokennya dua kali lagi . . .

    ~ Jagrag/Alfa: thanks sharing pengetahuannya. kalau benda orage itumah dibawa ketika mau bayar tagihan telpon doang dan mempermudah pembayaran

  4. uy….

    kok posting ini masuk di kategori ‘belajar motret’ sih? apa inti tulisan ini adalah potret tangan ‘yang sebaiknya diedit pake putusup’ itu?

    *terpenuhilah recent comment anda oleh sayaa… hahahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s