Kartu Debit BNI di Block

Sudah dua minggu saya mengalami tiga kali gagal transaksi menggunakan kartu debit BNI. Untung setiap kali saya selalu membawa uang cash kalau tidak akan sangat memalukan ketika saya mempercayakan semua transakasi saya menggunakan kartu debit tersebut.

Dalam setiap transaksi yang gagal ada pesan yang disampaikan oleh kasir merchant katanya “pak silahkan hubungi banknya, transaksi tidak berhasil” akhirnya sayapun menghubungi call center BNI via mobile phone saya di nomor 68888 dan saya berbicara dengan personil call center menanyakan perihal kenapa saya selalu gagal melakukan transaksi lalu dia meminta nomor kartu saya dan diperiksa permasalahannya. Setelah diperiksa diapun menyapaikan kepada saya bahwa kartu debit saya untuk sementara tidak dapat melakukan transaksi pembayaran di merchant hanya dapat melakukan transaksi di mesin ATM.

Setelah saya mendapat informasi itu rasa ingin tau sebenarnya apa alasananya kartu saya di blok atau dinonaktifkan. Si personil call center tersebut mengatakan “BNI mengetahui bahwa nomor kartu debit bapak diketahui dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab” lalu saya bertanya lebih lanjut kenapa saya tidak diinformasikan . . .? Dia menjawab “nama bapak telah masuk kedalam nomor antrian untuk di telepon karena bayaknya antrian maka bapak belum ditelepon dan masuk dalam daftar tunggu untuk di telepon“.

(Dalam benak saya langsung terbayang “wah jangan-jangan semua nomor kartu debet nasabah BNI diketahui dan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga antriannya banyak sekali)

Saya tidak mempermasalahkan hal itu, bisa diangap benar bahwa BNI melakukan tindakan yang tepat dalam mengantisipasi terjadinya fraud, tapi yang saya sayangkan kenapa tidak diinformasikan ke pihak nasabah ?!!!. Selanjutnya saya menanyakan bagaimana caranya agar saya dapat mengaktifkan kartu debet saya kembali lalu diapun menjawab “untuk melakukan aktivasi kembali kartu debet bapak, bapak harus mendatangi kantor cabang BNI untuk mengganti kartu debet bapak pada hari kerja” lalu saya bertanya lagi berapa lama waktu penggantian kartu, dia menjawab “ada dua jenis kartu pak ada yang instant dan ada yang biasa” lalu saya bertanya lagi apa perbedaan diantara kedua kartu tersebut lalu jawab dia “kalau yang instant kartunya langsung jadi saat diajukan penggantian tapi tidak ada nama bapak di kartu tersebut sedangkan kartu yang biasa adalah kartu yang ada tulisan nama bapak tapi harus menunggu beberapa hari

Setelah mendengar semua informasi yang disampai oleh personil di call center BNI mengenai penyelesaian masalah blocking kartu saya rasa cukup maka saya mengajukan pertanyaan yang pernah saya tulis sebelumnya, apakah nantinya setelah mengganti kartu tetap menggunakan tanda tangan saat transaksi  ? dan diapun menjawab “ya” lalu saya bertanya lebih lanjut kenapa tidak menggunakanPIN sama seperti BCA dia menjawab “memang itulah yang berlaku di BNI dan tidak sama dengan BCA“lebih lanjut saya menanyakan risiko bagaimana kalau kartu saya hilang dan diambil orang ? orang tersebut dapat menggunakan kartu saya karena tanda tangan saya ada di balik kartu debet tersebut dan dapat dipelajari ? lalu dia menajawab “pasti akan dicocokan dengan tanda tangan bapak yang ada dibelakan kartu” dan satu lagi dia berpesannya “dijaga yah pak jangan sampai kartunya hilang” selanjutnya sayapun menyudahi komunikasi tersebut.

Pernah saya menceritakan pengalaman mengenai transaksi dan diakhirnya menggunakan tanda tangan, anehnya teman-teman sekantorpun mempunyai pengalaman yang serupa dengan saya bahwa ketika melakukan transaksi kadang tanda tangan yang diberikan diakhir transaksi tidak sama dengan tanda tangan yang ada dibelakang kartu tetapi tetap saja tidak dipermasalahkan apalagi tanda tangan tersebut dilakukan setelah transaksi di approve. Apa yah tidankan yang akan dilakukan apabila ketahuan bahwa tanda tangannya tidak sama dan bukan pemilik kartunya yang melakukan. . . apakah transaksi dapat dibatalkan oleh pihak merchant . . . ? atau siapakah yang akan bertanggung jawab atas masalah seperti ini . . . ? siapa yang sebenarnya dirugikan . . . ?

Maksimum transaksi perhari adalah Rp. 10 juta perhari menurut saya ini merupakan nilai transaksi yang sangat besar dan dapat menimbulkan risiko yang besar bagi nasabah dan lebih parah lagi risikonya tidak tau ditanggung siapa ? he . . . he . . . jadi hati-hatilah jangan sampai kartu anda hilang atau diambil orang

4 comments

  1. CC atau DB bahaya. medheniiii…

    lebih aman prepaid debitcard. Bisa dipake kalo kita reload dulu ke dalamnya. ngisi 100rb ya carder bisa make max nilai itu.

    cara paling aman: ga boleh ilang.

    t y p o

  2. bagaimana caranya agar kita bisa memperoleh data terjadinya fraud terhadap kartu debit-tanpa-PIN di Indonesia ya? Dalam kasus seperti ini memang konsumen selalu berpotensi utk dirugikan. Dugaan adanya ketidakamanan rasanya sudah cukup sebagai alasan bagi customer utk melakukan komplain. Tidak perlu menunggu ada kasus dulu. Link terkait: di sini

  3. Yang penting bagi merchant kartu debit yang digunakan ada uangnya dan cukup untuk menyelesaikan transaksi.

    Akan jadi masalah jika kartu debitnya error atau tidak ada saldonya. Ya begitulah merchant saat ini.

    Sementara hati-hati saja jangan sampai hilang kartu debit-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s